Random Posts

Games

berita
berita

Fashion

berita

Entertainment

?max-results="+numposts2+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=recentarticles4\"><\/script>");
?max-results="+numposts2+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=recentarticles2\"><\/script>");

Fun & Fashion

International

Latest Updates

PSI Karawang, Siap Hadapi Verifikasi KPU Mendatang

10:46 PM
KARAWANG, Guna memantapkan diri dalam menyambut proses verifikasi KPU mendatang, DPD PSI Karawang menyelenggarakan Kopi Darat daerah (Kopdarda) ke tiga, di Jaka, kolam pemancingan keluarga, jalan Tirtamulya, Cikampek. 18 Desember 2016.
Romadhoni, Ketua DPD PSI Karawang mengatakan bahwa dirinya sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya kader PSI di kabupaten Karawang yang telah bekerja keras dalam menyukseskan lolosnya PSI sebagai partai politik. Terlebih, PSI merupakan satu-satunya partai politik yang lolos dari verifikasi Kemenkumham RI.
“Sebagai satu-satunya partai politik baru yang lolos verifikasi Kemenkumhan RI dari beberapa partai politik yang mendaftar, kita wajib berterima kasih kepada bro dan sis (panggilan para kader PSI), yang sudah jatuh bangun untuk meloloskan verifikasi di Kemenkumham.” ujar Dhoni.
Dalam Kopdarda, mantan aktivis pelajar dan mahasiswa tersebut berpesan kepada semua jajaran partai mulai dari tingkat pengurus hingga kader dan anggota untuk terus semangat dan berjuang untuk menyongsong verifikasi di KPU guna lolosnya PSI pada Pemilu 2019 mendatang.
“PSI harus bisa membuktikan bahwa politik itu tidak kotor, juga politik itu milik anak muda. Semuanya jangan pernah ragu, jangan pernah lengah dan patah semangat. Tampaknya tidak terlalu sulit bagi PSI untuk lolos.” kata Dhoni
PSI Karawang telah siap dan mantap untuk menghadapi adanya verifikasi yang akan dilakukan oleh KPU pada tahun 2016 ini. Begitu juga dengan adanya syarat verifikasi faktual oleh KPU, dimana partai politik harus memiliki 1000 orang anggota di setiap kabupaten kota sesuai dengan aturan PKPU.
“Kalau untuk verifikasi administratif dari KPU, saya rasa tidak ada masalah karena hampir sama dengan verifikasi administratif dari Kemenkumham. Tapi yang menjadi tantangan tersendiri itu adalah verifikasi faktual. Pasalnya itu, berdasarkan PKPU, setiap kabupaten kota itu harus mengumpulkan 1000 KTP atau anggota atau 1/1000 dari jumlah penduduk. Tapi nggak masalah karena kesiapan kami hampir 100 persen.” pungkasnya.
Tak khawatir dengan hal itu, Dhoni mengaku sudah melakukan konsolidasi guna memanaskan mesin partai dengan cara membentuk kepengurusan mulai dari tingkat cabang hingga rayon. Bahkan, dirinya akan kepengurusan tersebut akan selesai pada pertengahan tahun 2017 mendatang.
“DPC kini sudah mendekati 90 persen. Kita mulai akan menyasar kepengurusan di tingkat ranting atau desa dan rayon atau tingkat RW. Paling tidak pertengahan 2017 kita sudah rampungkan.” Ujar Dhoni.
Anisa, Sekertaris DPD PSI Karawang menambahkan tentang persiapan mereka dalam menghadapi verifikasi KPU mendatang.
“Lolosnya Partai Solidaritas Indonesia menjadi satu-satunya partai politik dari enam partai yang di verifikasi Kemenkumham, membuktikan bahwa PSI sudah SIAP menjadi partai politik baru, dengan identitas anak muda dan perempuannya. Tantanga baru selanjutnya adalah verifikasi KPU, dengan berbagai persiapan, strategi dan taktik Partai Solidaritas Indonesia sudah pasti sangat optimis lolos verifikasi KPU pada tahun 2017.” ujarnya.

PSI Mesuji Perkuat Pengurusan di Tingkat Kecamatan

10:45 PM
MESUJI – DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Mesuji menggelar konsolidasi untuk menguatkan kepengurusan serta memperkokoh kebersamaan bersama pengurus DPC PSI tingkat kecamatan, Minggu (18/12).
Ketua DPD PSI Mesuji Sintong Soalagogo Situmeang mengatakan, diadakannya kopdarda PSI Mesuji, bertujuan untuk menyatukan kebersamaan antar pengurus dalam rangka menghadapi verifikasi KPU 2017 mendatang
“Tujuannya untuk membangun kebersamaan antar pengurus. Ya, guna menghadapi verifikasi KPU nanti,”ujar Sintong.
Sintong menyebutkan setelah partai PSI ini dinyatakan lolos verifikasi Menkum HAM dan ditetapkan sebagai partai politik pihaknya akan terus melakukan konsolidasi ke setiap ranting setiap kecamatan yang berada di wilayah Mesuji.
“Konsolidasi ini terus kami lakukan, untuk mengetahui apa-apa saja yang masih harus kita persiapkan dalam menghadapi verifikasi KPU mendatang,” terang Sintong
Dia menuturkan, tujuan Kopdarda tersebut adalah untuk konsolidasi partai dengan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari 7 kecamatan di kabupaten Mesuji, yang diwakili oleh Ketua, Sekretaris dan Bendahara masing-masing DPC
“PSI merupakan partai politik baru di Indonesia, dan merupakan satu-satunya partai politik baru yang lolos seleksi administrasi, yang mendaftar ke Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkum HAM RI) baru-baru ini di Jakarta,”
Sumber: Tribun Lampung

ICMI: Pilih Pemimpin Bukan karena Agamanya

10:44 PM
Jakarta – Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie mengingatkan agar masyarakat Indonesia memilih pemimpin bukan karena etnis atau agamanya. Namun, Jimly mengimbau agar memilih pemimpin yang disukai dan mendapat simpati rakyat, bukan antipati dari rakyat.
“Jadi, kalau si A terpilih, bukan karena etnis, bukan karena agama, tapi karena orang suka. Maka jadilah pemimpin yang tidak menimbulkan antipati dari rakyatnya, jadilah pemimpin untuk semua golongan, tidak bisa hanya jadi pemimpin untuk diri sendiri,” ujar Jimly di kantor ICMI, Jalan Proklamasi 53, Jakarta Pusat, Selasa (3/1).
Jimly mengakui bahwa isu tentang suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) memang kadang dimanfaatkan oleh beberapa pihak menjelang pilkada demi kepentingannya. Padahal, kata dia, masyarakat Indonesia sudah terbukti sangat toleran dan tidak mempermasalahkan SARA dalam suksesi kepemimpinan.
“Saya beri tahu Saudara, tahun lalu, 2015, di Kabupaten Sula, 99 persen muslim, yang terpilih adalah pengusaha Tionghoa yang beragama Protestan jadi bupati. Itu Kabupaten Sula di Maluku Utara. Tidak ada masalah dengan etnisitas, tidak ada masalah, enggak ada masalah dengan agama. Tapi, kalau orang tidak suka, mau diapain?” cerita mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini.
Karena itu, Jimly menganjurkan agar masyarakat Indonesia tidak berpikir pendek dalam memilih pemimpin, khususnya melalui kontestasi pemilu atau pilkada. Jangan sampai hanya karena pilkada, toleransi dan kebinekaan dipertaruhkan.
“ICMI mengimbau kepada seluruh warga Indonesia untuk menjaga persatuan dan persaudaraan serta memilih pemimpin yang amanah, beriman, dan bertakwa,” kata dia.
Lebih lanjut, Jimly mengatakan bahwa para cendekiawan harus mampu membimbing rakyat dengan intelektualitas agar bisa memilih pemimpin yang benar-benar mendapat simpati rakyat. Selain itu, kata dia, cendekiawan harus mampu menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa.
“Cendekiawan harus membimbing bangsa kita dengan intelektualitas, bukan hanya membimbing sebatas pilkada. Pilkada itu urusan sepele nih, ya kan. Lihat saja nanti. Yang disukai oleh rakyat, itulah yang akan menang,” pungkas dia.
sumber: http://www.beritasatu.com/megapolitan/407665-icmi-pilih-pemimpin-bukan-karena-etnis-atau-agamanya.html
 
Copyright © PSI. Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates